Mengukur Tingkat Kedewasaan

Tentunya ukuran kedewasaan manusia tidaklah bisa di ukur dari bilangan usia kita semata, meski secara biologis hal itu bisa di benarkan. Karena manusia hanya sama secara biologis dengan binatang, maka untuk mengukur tingkat kedewasaan manusia

akan sangat berbeda dengan patokan kedewaan binatang ( dari segi usia semata ).

Manusia dewasa, adalah manusia yang tahu dan sadar betul 'keberadaan-nya' di dunia ini, tahu betul fungsi sosialnya, sanggup mengendalikan pikiran, hati dan emosinya, sehingga jika seorang manusia mau di katagorikan dewasa, harus tahu betul bagaimana mengatur alur pembicaraan, bersikap yang tepat, sanggup memutuskan hal-hal dan memiliki prinsip yang menyangkut kehidupan pribadi, tahu arah mana yang harus di tempuh dalam hidup, dan sanggup beradaptasi dengan lingkungan.

'Ilmu' tentang kedewasaan tidaklah bisa di peroleh dari pendidikan formal, tapi butuh ketelatenan, kesabaran, dan pengalaman rohani agar manusia bisa mencapai tingkat 'kedewasaan manusia' dalam arti yang utuh.
Seorang berusia di atas 20 tahun atau di atas 30 tahun, atau bahkan diatas 50 tahun, belum tentu sudah bisa mencapai tingkat kedewasaan itu, adakalanya manusia yg sampai usia lanjut dan bahkan samapai ajal menjemput, tak pernah mencapai tingkat kedewasaan itu. Tapi ada kalanya juga seoarng anak di bawah usia 18 tahun sudah mencapai tingkat kedewasaan itu.

Untuk mengukur tingkat kedewasaan kita, kita bisa melihat dari beberapa hal berikut ini, mungkin dan pasti tidak komplit, tàpi akan membantu kita memudahkan untuk mengetahui seberapa tinggi tingkat kedewasaan kita.

1. Sikap.
Berikut ini adalah sikap-sikap yang menunjukkan kedewasaan seseorang, sopan, menghargai dan menghormati orang lain, tidak memandang rendah orang lain, ada kepedulian sosial, selalu mengutamakan dialog dalam menyelesaikan persoalan dan beberapa sikap positif lainnya, prinsipnya, semakin tinggi tingkat positifitas sikap kita, maka semakin tinggi tingkat kedewasaan kita.

2. Sifat.
Sifat lain sekali dengan sikap, sikap bisa kita pelajari, tapi sifat, susah untuk di ubah, hanya jika kita bisa mencapai alam pikir yang dewasa kita bisa mengubah sifat kita, namun demikian, bimbingan rohani dan pengetahuan akan banyak membantu kita mengendalikan sifat kita, berikut ini sedikit contoh sifat yang menunjukkan kedewasaan pola pikir seorang manusia, tidak egois, sabar, penuh pengertian, menyenangkan, ramah, bijak, jujur tentu saja, dan beberapa sifat negatif lainnya.

3. Cara Bicara.
Cara bicara yang teratur, terarah, tertata menujukkan kedewasaan seseorang, tapi TIDAK MUTLAK, karena banyak salesman yang bicaranya minta ampun bagusnya tapi kelakuan dan sikapnya jauh dari apa yang di katakannya, isi dan topik pembicaraan lebih tepat di jadikan ukuran, dan bagaimana cara penyampaiannya.
Dalam dunia militer orang akan lebih cepat mencapai tingkat kedewasaan itu, terutama dalam pendidikan Perwira.

4. Konsekwensi.
Hal terakhir ini kunci utama mengukur tingkat kedewasaan seorang manusia, manusia dewasa selalu bertanggung jawab dengan apa yang di katakan dan di perbuatnya, baik atau buruk, bahkan meski nyawa taruhannya. Sikap pengecut dan suka melarikan diri dari persoalan menunjukkan rendahnya tingkat kehidupan manusia, atau bisa dikatakan tidak gentle.
Selebihnya, Anda harus mencari tahu sendiri, karena saya juga harus melihat diri sendiri untuk mencari tahu apakah saya sudah 'cukup' dewasa untuk mengatakan hal ini.

Meski selama ini saya yakin telah mencapai kedewasaan itu, tapi bukanlah diri kita yang bisa mengatakan apakah kita telah mencapai kedewasaan atau tidak melainkan orang lain yang hidup dan tinggal di sekitar kita.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar

Entri Populer